Cerita Nyata Kesaktian Suku Baduy Yang Kian Tersohor di Indonesia

Cerita Nyata Kesaktian Suku Baduy Yang Kian Tersohor di Indonesia, Sebuah kisah Misteri dari belahan tempat di tanah air tak asing lagi cerita Suku Baduy memang banyak dikenal di jagad nusantara, Publik Baduy amat loyal pada ketentuan puun, ketentuan kepala adat, ialah enggak memakai paku untilk rumah dan konstruksi. Mereka dilarang memakai tehnologi. Enggak terdapat listrik tiada pula terdapat televisi dan radio. Segala gedung memanfaatkan ikatan, sedemikian itu pun jembatan, segala memakai petung, kusen dan tali.

Dilarang memakai paku. Saya menempuh rumah-rumah adat yang asri dan adem ayem. Sebagian wanita muda membikin keaktifan ayaman daun ripah, daun kelapa dan ilalang tua. Terdapat juga ibu-ibu yang dengan asyik menenun, saya pun membeli cendramata kerajinan penduduk.

Cerita Suku Baduy Banten Kali ini saya hadir buat mencari madu asli dari Baduy. Madu alam yang dipakai menjadi obat ampuh buat sebagian penyakit berat yang diderita oleh orang adam. Madu asli Baduy ini sudah benar efektif memulihkan sesuatu penyakit, terpenting kecil libido, disfungsi ereksi dan impotensi.

Madu Baduy bukan dari kumbang peliharaan dan budidaya, tetapi madu asli yang berkeliaran di pohon-pohon besar di area Baduy. Kali ini, saya melacak para pencari madu, mulai dari perencanaan mencari, membuka jalan sampai menuai sembayan itu.

Di area perbukitan, tebing dan kaki gunung. Saya menghadap dua sobat Baduy ku, ekeng dan kenong, dua anak muda Baduy yang pakar mencari madu. Tanpa peranti apapun, cuma dengan jampi-jampi ajaib yang dikuasainya, kala beliau naik pohon, lebah langsung terbang segala dan memberi sarangnya pada ekeng dan kenong buat dijadikan sembayan. Dengan memberi sebanyak uang pada mereka empat mata, saya membawa sembayan asli yang ampuh dari Baduy menjadi obat ke jakarta.

Akan tetapi dalam ekspedisi dua hari bersama-sama mereka mencari sembayan, batinku bingung, ilmu apa yang mereka pakailah sampai kumbang yang rawan dan melenyapkan itu angkat tangan pada mereka. Kumbang langsung berserah memberi petarangan dan sembayan buat kedua anak muda ini.

Sebelum naik, keduanya membikin asap dengan membaca wantra-mantra berbicara sunda serbu, berkomat komat-kamit lalu melumaskan tangan mereka ke arah petarangan dan gerombolan beribu-ribu lebah. Dalam hitungan detik seusai mereka baca jampi-jampi, iebah berhamburan menghindar meninggalkan petarangan dan petarangan juga langsung dipetik oleh anak muda Baduy ini dengan terjaga.

Kala saya memohon mantra-mantra mereka, mereka empat mata akur buat tiada membuka jampi-jampi itu. Karna ketentuan adat cegah mereka melubangi mantra-mantara apapun di publik Baduy buat pergi pada orang lain di luar kabilah raduy.

Kesaktian Suku Baduy itu juga tiada gampang juga dikuasai oleh mereka sakalipun. Karna berlatih jampi-jampi itu, memanfaatkan ritual definit seperti dengan mandung putih dan rain putih selanjutnya air putih. Donatur brevet itu ialah datuk adat yang alim ajaib ampuh. Datuk ini tiada dapat ditemui orang luar, eksepsi anak muda Baduy seorang diri yang direncanakan sebagal pengganti penghubung ilmu-ilmu abnormal kabilah Baduy.

Tidak cuma ilmu melalap binatang angkara, lebah rawan dan i beludak beracun, publik Baduy pula amat tangguh bepergian kaki ratusan km di sedang amat tanpa dasar kaki. Telapak kaki mereka jadi rimbun dan tangguh. Paku akan belengkok, cucuk akan patah apabila terdampal oleh telapak kaki mereka. Saking kuatnya telapak kaki, bukannya paku yang masuk di kulit mereka, tetapi paku jadi patah dan belengkok oleh kaki mereka. Jampi-jampi apa juga yang dibacakan mereka bila ingin berjalan beribu-ribu km dan desa kabilah Baduy banten ini?

Ialah tiga anak muda Baduy luar yang kerap sekali hadir ke jakarta, jalan kaki selagi tiga hari tiga malam berdagang madu dan kerajinan tangan dari dukuh kenekes. Mereka bepergian jauh menuju jakarta dan berdagang di kawasan jakarta selatan, seperti ciputat dan barung-barung lndah.